BUYA HAMKA DAN PALESTINA

3/07/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah gelar Datuk Indomo yang akrab dengan panggilan Buya Hamka, lahir 16 Februari 1908, di Ranah Minangkabau, desa kampung Molek, Sungai Batang, di tepian danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Buya Hamka yang bergelar Tuanku Syaikh, gelar pusaka yang diberikan ninik mamak dan Majelis Alim-Ulama negeri Sungai Batang - Tanjung Sani, 12 Rabi’ul Akhir 1386 H/ 31 Juli 1966 M, pernah mendapatkan anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar, 1958, Doktor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974, dan gelar Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia.

Buya Hamka adalah seorang ulama yang memiliki ‘izzah, tegas dalam aqidah dan toleran dalam masalah khilafiyah. Beliau sangat peduli terhadap urusan umat Islam, sehingga tidak mengherankan, di dalam dakwahnya, baik berupa tulisan maupun lisan, ceramah, pidato atau khutbah selalu menekankan tentang ukhuwah Islamiyah, menghindari perpacahan dan mengingatkan umat untuk peduli terhadap urusan kaum muslimin.

Ketika dihembuskan opini tentang cerdas dan pintarnya orang-orang Yahudi Israel, sehingga dapat mengalahkan pasukan Arab dalam perang Arab-Israel. Maka Buya meluruskan pemahaman tersebut melalui tulisan beliau di dalam Tafsir Al-Azhar, Juzu’ 1, halaman 221:

“Sebab yang utama bukan itu, Yang terang ialah karena orang Arab khususnya dan Islam umumnya telah lama meninggalkan senjata batinnya yang jadi sumber dari kekuatannya. Orang – orang yang berperang menangkis serangan Israel atau ingin merebut Palestina sebelum tahun 1967 itu, tidak lagi menyebut-nyebut Islam.

Islam telah mereka tukar dengan Nasionalisme Jahiliyah, atau Sosialisme ilmiah ala Marx. Bagaimana akan menang orang Arab yang sumber kekuatannya ialah imannya, lalu meninggalkan iman itu, malahan barangsiapa yang masih mempertahankan idiologi Islam, dituduh Reaksioner. Nama Nabi Muhammad sebagai pemimpin dan pembangun dari bangsa Arab telah lama ditinggalkan, lalu ditonjolkan Karl Marx, seorang Yahudi.

Jadi untuk melawan Yahudi mereka buangkan pemimpin mereka sendiri, dan mereka kemukakan pemimpin Yahudi. Dalam pada itu kesatuan akidah kaum Muslimin telah dikucar-kacirkan oleh ideologi - ideologi lain, terutama mementingkan bangsa sendiri. Sehingga dengan tidak bertimbang rasa, di Indonesia sendiri, di saat orang Arab sedang bersedih karena kekalahan, Negara Republik Indonesia yang penduduknya 90% pemeluk Islam, tidaklah mengirimkan utusan pemerintah buat mengobati hati negara-negara itu, melainkan mengundang Kaisar Haile Selassie, seorang Kaisar Kristen yang berjuang dengan gigihnya menghapus Islam dari negaranya.

Ahli – ahli Fikir Islam modern telah sampai kepada kesimpulan bahwasanya Palestina dan Tanah Suci Baitul Maqdis, tidaklah akan dapat diambil kembali dari rampasan Yahudi (Zionis) itu, sebelum orang Arab khususnya dan orang–orang Islam seluruh dunia umumnya, mengembalikan pangkalan fikirannya kepada Islam. Sebab, baik Yahudi dengan Zionisnya, atau negara-negara Kapitalis dengan Christianismenya, yang membantu dengan moril dan materil berdirinya Negara Israel itu, keduanya bergabung jadi satu melanjutkan Perang Salib secara modern, bukan untuk menentang Arab karena dia Arab, melainkan menentang Arab karena dia Islam”.

Di Juzu’ VI, halaman 307, Buya juga menjelaskan konspirasi negara-negara Eropa dan Amerika dalam pendirian “ Negara Israel”, “Yaitu mereka jajah Palestina, mereka rampas dari tangan Turki. Lalu diserahkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Lord Boulfour (seorang Yahudi), kepada kaum Zionis, gerakan Yahudi terbesar di zaman ini, supaya mereka membuat negara di sana. Sehabis Perang Dunia Kedua disuruhlah orang Yahudi membentuk Negara Israel di Palestina”.

Buya Hamka berpulang ke Rahmatullah, 24 Juli 1981, telah meninggalkan warisan dan pelajaran yang sangat berharga untuk ditindak lanjuti oleh genarasi Islam, yaitu istiqamah dalam berjuang, menjaga persatuan umat dan peduli terhadap urusan kaum Muslimin.

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."(QS: Al-Hasyr/59: 10). (fn).

H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA (Email: ferryn2006@yahoo.co.id)

Label:

2008: Bukan 100 tahun Kebangkitan Nasional

3/07/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Salah satu kelebihan Kaum Yahudi dibandingkan umat-umat lainnya adalah kebanggaan mereka terhadap perjalanan sejarah kaumnya sendiri.

Berabad silam, di tahun 1118 Masehi, tatkala Knights Templar dibentuk dan memulai penggalian di bawah pondasi kompleks Masjidil Aqsha dengan keyakinan bahwa The King Solomon Treasure terpendam di bawah situs bersejarah milik umat Islam, upaya ini dilanjutkan dari generasi ke generasi sampai dengan detik ini, melewati lebih dari Sembilan abad, walau apa yang dicari belum pernah ditemukan! Umat Yahudi adalah umat yang patut diberi acungan jempol soal kebanggaan mereka terhadap sejarahnya.

Bagaimana dengan umat Islam? Di sinilah salah satu kelemahan kita yang paling akut. Umat Islam memorinya sangat singkat dan sangat mudah terhapus sehingga kejadian yang baru saja berselang tak lama kemudian begitu cepat terlupakan. Dan parahnya, penyakit lupa sejarah ini tidak saja menghinggapi tingkat akar rumput, namun juga diderita oleh para pemimpinnya atau orang-orang yang mengaku sebagai tokoh umat.

Salah satu kasus yang paling baru adalah berita yang mengutip dari salah seorang tokoh umat Islam bahwa tahun 2008 ini merupakan 100 tahun Kebangkitan Nasional. Hal ini tentu berangkat dari pemahaman bahwa Kebangkitan Nasional Bangsa Indonesia terjadi pada tahun 1908. Apalagi jika bukan pendirian organisasi Boedhi Oetomo (BO) pada 20 Mei 1908 yang dimaksud. Kenyataan ini sungguh-sungguh memilukan.

Adakah mereka tahu bahwa BO sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka? Adakah mereka paham bahwa BO tidak berdiri di atas paham kebangsaan, melainkan paham chauvinistis sempit di mana hanya orang Jawa dan Madura yang boleh menjadi anggotanya? Adakah mereka tahu bahwa BO sama sekali tidak menghargai bahasa Melayu sebagai bahasa asal dari bahasa Indonesia karena di dalam rapat-rapat resmi maupun di dalam anggaran dasar maupun anggaran rumah tangganya BO mempergunakan bahasa Belanda?

Adakah mereka tahu jika BO mendukung status-quo yang berarti mendukung penjajahan Belanda atas Bumi Pertiwi ini? Adakah mereka tahu jika para tokoh BO merupakan tokoh-tokoh Freemasonry bentukan Belanda yang gemar mengadakan ritual memanggil setan di loji-loji mereka?

Jelas, tanggal pendirian BO sama sekali sangat tidak pantas dan tidak berhak dijadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional! Karena BO memang tidak pernah mencita-citakan itu. Dijadikannya berdirinya BO sebagai momentum Hari Kebangkitan Nasional merupakan salah satu warisan rezim terdahulu yang wajib direformasi dan dihapus dari buku-buku sejarah Indonesia. Seorang pemimpin harus berani mengatakan putih itu putih dan hitam itu hitam. Jika tidak berani, maka namanya bukanlah pemimpin melainkan ‘Pak Turut’.

Kebangkitan Nasional Sesungguhnya

Sebenarnya sudah teramat banyak artikel yang mengupas tentang hal ini. Hanya mereka yang malas membacalah yang tidak mengetahui bahwa berdirinya Syarikat Dagang Islam (SDI) tiga tahun sebelum BO, jadi di tahun 1905, yang patut dijadikan Hari kebangkitan Nasional. Karena SDI yang kemudian menjelma menjadi Syarikat Islam (SI) adalah organisasi bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke (bukan hanya Jawa dan Madura seperti halnya BO) yang pertama kali yang berhasil menghimpun semua anak bangsa dan mencita-citakan Indonesia merdeka.

Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga SDI dan kemudian SI memakai bahasa melayu sebagai bahasa asal Bahasa Indonesia. Demikian pula di dalam rapat-rapat resminya, organisasi ini mempergunakan bahasa melayu dan diharamkan mempergunakan bahasa Belanda karena dianggap sebagai bahasa kaum penjajah.

Bagi yang belum pernah mendengar hal ini (kasihan sekali) silakan cari sendiri di berbagai situs yang telah memuat banyak artikel tentang hal tersebut. Sejumlah buku-buku pun sudah memaparkan hal ini.

Jangan Lestarikan Yang Salah

Salah satu amanah reformasi adalah pelurusan dan pemurnian sejarah. Dan tokoh-tokoh yang kini berada di lingkaran elit kekuasaan harusnya memenuhi amanah ini. Apalagi Kebangkitan Nasional yang sesungguhnya itu, di tahun 1905, adalah juga kebangkitan organisasi Islam pertama di Nusantara. Umat Islam wajib membanggakan hal itu dan berjuang sekuat tenaga agar seluruh bangsa Indonesia mengetahuinya.

Adalah sangat memilukan jika umat Islam sendiri, apatah lagi tokoh-tokohnya, mengabaikan hal itu dan meneruskan kebohongan sejarah yang mendiskreditkan sejarah Islam Nusantara sendiri kepada generasi penerus bangsa ini. Janganlah mewariskan sesuatu yang salah. Katakanlah yang benar, walau kebenaran itu belum tentu manis rasanya.(rizki) www.eramuslim.com

Label:

Teh Hitam Baik Mencegah Diabetes

3/07/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)


Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Kamis, 06 Maret 2008

Kebiasaan minum teh hitam sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit diabetes mellitus. Demikian hasil penelitian terbaru dari Universitas Dundee

ImageHidayatullah.com—Sebuah penelitian terbaru membuktikan, kebiasaan meminum teh sangat bermanfaat bagi kesehatan. Para ahli dari Universitas Dundee melalui hasil penelitian terbaru mengindikasikan, meminum teh hitam dapat dijadikan salah satu cara mencegah penyakit diabetes mellitus.

Sebagaimana dilancir BBC, Senin (3/3), peneliti Skotlandia berhasil menemukan sejenis senyawa terkandung dalam teh hitam yang memiliki potensi besar mengatasi penyakit diabetes tipe 2, atau jenis diabetes yang paling banyak diderita saat ini.

Menurut mereka, senyawa khusus ini mampu berperan seperti halnya insulin dalam tubuh. Ahli dari Universitas Dundee dipimpin oleh Dr Graham Rena bersama tim dari Crop Research Institute ini mengungkapkan bahwa senyawa dalam teh hitam yang disebut Tehaflavin dan Teharubigin dapat meniru fungsi insulin dalam tubuh.

“Apa yang kami temukan dalam senyawa ini mampu menirukan fungsi insulin pada protein yang dikenal dengan nama foxos,¨ ujar Dr Rena yang mempublikasikan temuannya dalam edisi terbaru jurnal Aging Cell.

¨Foxos sebelumnya telah menjadi dasar yang menjembatani hubungan antara diet dan kesehatan dalam varian organisme yang luas termasuk pada tius, cacing dan lalat buah. Tugas kami sekarang adalah melihat apakah temuan ini dapat diterjemahkan ke dalam sesuatu yang berguna bagi kesehatan manusia,¨ ungkap Dr Rena.

Dr Rena menegaskan, penelitian lebih jauh mengenai temuan ini perlu dilakukan. Oleh sebab itu, ia menghimbau masyarakat tidak serta merta mengonsumsi teh hitam sebagai cara mengobati diabetes.

¨Masyarakat tak perlu menjadi panik untuk meminum teh hitam dalam jumlah banyak dan berpikir bahwa teh dapat mengobati mereka dari sakit diabetes. Jalan kami masih panjang untuk sampai pada teknik pengobatan baru atau rekomendasi diet ,¨ terangnya.

¨Riset kami mengenai kandungan dalam teh ini masih bersifat pra klinis dan tahap eksperimental. Pasien yang mengidap diabetes sebaiknya melanjutkan pengobatan mereka dengan arahan dari dokter mereka,¨ tambahnya.

Walau begitu, kata Rena, ¨Ada sesuatu yang sangat menarik dari bagimana kandungan alami dalam teh hitam ini menimbulkan manfaat, baik dalam kaitannya dengan diabetes maupun kesehatan secara umum.¨ [ac/sy/www.hidayatullah.com

Label:

**Hidayah**

3/06/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Sepuluh Jari tersusun
Luruh sudah rasa hati
Terangkai do'a
Tulus terucap kini
Tergelincir begitu mudah
Sering kali berbuat salah
Kesombongan melanda diri
Sering takku sadari
Ketika Hidayah Mu Ilahi
Menyentuh lembut dihati
Dan hidayah Mu Ilahi
Ku sambut sepenuh hati
Slamat datang
Hari-hari Indahku di Jalan-Mu Tuhan
Ku takkan pulang pada masa laluku yang hitam dan kelam
Harapan ku kini didalam hati jadilah diriku seorang abdi
Satu cintaku hanyalah pada-Mu
Ya Allah aku bersujud.....

*****

Label:

La Tahzan

2/26/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

22 januari'08

Allah....tiada lagi tempat mengadu sgala resahku selain pada-Mu
sedih, kesel, kecewa smua rasa bercampur baur gak tau harus bagaimana. aku seakan kehilangan arah.
Ternyata benar kita gak bisa mendapatkan semua yang kita inginkan, dan smua itu adalah skenario Allah.

Dan kesungguhan itu kadang butuh pembuktian, dan menjalaninya butuh kesabaran serta yang paling sulit adalah berusaha untuk selalu berhusnuzhan sama apapun yang ditakdirkan Allah...

Hanya kata 'La Tahzan Allah selalu bersamamu' yang menjadi penawar luka
Allah....aku yakin akan semua janji-Mu bagi hamba yang slalu bersabar.
Kuatkan aku Ya Rabby....

Label:

Rabb....ikat Hati kami Dalam Cinta-Mu

2/25/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

24 Februari 2008

Getaran itu hadir lagi setelah sekian lama aku tidak merasakannya. Getaran di hati yang mampu menyesakkan dada, membangkitkan semangat dan membuat pecahnya tangis keharuan....
Sungguh getaran yang sudah lama ku rindu kehadirannya....

Ia muncul begitu saja ketika sebuah sms masuk ke HPku, yang isinya " asw, kak sayang gimana kabarnya?kami kangen nih ?oya kak, InsyaAllah kami Akhwat SF mau mabit dan ingin diskusi tentang masalah DF kita dengan kakak.kak datang ya? Dug, jantung berdegup kencang, mendadak kepalaku pusing Ya Rabb.... apa yang telah ku lakukan, Aku telah melupakan hak-hak saudaraku......
Dengan tangan gemetar ku balas sms itu' wa'alaykmslm, kakak juga kangen nih sama akhwat, InsyaAllah kakak datang dek....

Malam itu ku tatap wajah-wajah yang dulu pernah membuat getaran bahagia dihatiku, membuat pecah tangis keharuan ketika melihat wajah-wajah mereka yang penuh smangat.
Hari ini mereka adalah orang-orang yang berada di barisan terdepan perjuangan ini, tapi saat ini wajah-wajah itu seperti kehilangan smangat, satu persatu mereka mengungkapkan keluh kesah mereka sambil berurai air mata.
Ya Rabb...Ampuni aku yang telah meninggalkan mereka, tanpa terlebih dahulu menguatkan dan mengokohkan pijakan mereka. Maafkan kakak adik-adikku...
Malam itu kami habis waktu bersama, hingga tanpa sadar jarum jam dah menunjukkan pkl 4.oo dini hari.

Walaupun paginya semua teler karena gak tidur semalaman, namun wajah-wajah itu kembali smangat dan yang paling bahagia adalah aku karena Allah telah memberi aku waktu untuk membayar hutangku pada mereka....,Terima kasih Ya Allah...
Ya Rabb...Ikat Hati Kami Dalam Cinta-Mu dan kuatkan pijakan kami di jalan mulia ini

To; Mujahidahku (Marni, indah, Rika dan Yuni), Perjuangan kita masih panjang...., Tapi yakinlah Allah slalu bersama orang yang memperjuangkan Din-nya. Cayyo...!!!^_^

Label:

Senyum-senyum Rasulullah...

2/21/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Senyum adalah suatu amal yang mudah dilakukan, namun memiliki nilai ibadah jika kita melakukannya karena Allah, berikut ini kisah-kisah yang menceritakan tentang hal-hal yang membuat Rasullah (insan paling mulia) tersenyum:

1.Senyum Setahun

Pada suatu ketika Sayyidina Abubakar ra pergi ke Basra untuk berdagang. Dalam perjalanan ini ia disertai oleh Nu'aiman bin Amru, orang yang paling terkenal lucu dikalangan Ansor. Banyak leluconnya yang menyebabkan Rasulullah saw menjaditertawa, sehingga setiap kali Rasulullah berjumpa dengan Nu'aiman, beliau tidak dapat menahan diri untuk tersenyum.

Pada perjalanan menuju ke Basra itu, ikut pula menyertai mereka seorang pegawai Sayyidina Abubakar ra, yang bernama Suwaith bin Haramalah yang bertanggung jawab dalam masalah urusan logistik/makanan.

Ketika Abubakar ra meninggalkan mereka untuk sementara waktu, maka Nu'aiman mendatangi Suwaith serta meminta makanan. Suwaith menolak untuk memberikannya, sampai Abubakar ra datang kembali. Mendengar jawaban Suwaith, Nu'aiman bersumpah akan membalas perlakuan Suwaith tersebut. Dia lalu mendatangi suatu kaum dan menawarkan kepada mereka seorang budak yang hendak dijualnya. Dan mereka bersedia untuk membeli budak yang ditawarkannya itu.

Kemudian Nu'aiman berkata kepada mereka: " Budak ini bayak bicaranya. Nanti, dia pasti akan mengatakan: Saya bukan budaknya, saya orang bebas dan seterusnya. Dan kalau nanti ia berkata demikian, tinggalkanlah dia, jangan dibeli serta jangan merusak budakku." Lalu mereka berkata: Tidak, kami akan tetap membelinya dan kami tidak akan peduli dengan ucapannya.

Lalu jadilah mereka membelinya dan dibayar, tanpa memberitahukan sama sekali kepada Suwaith. mereka melepaskan surbannya dan digantungkan dilehernya serta tidak menghiraukan perlawanan yang diberikan Suwaith.

Ketika Abubakar ra tiba kembali serta menanyakan diman Suwaith berada, maka Nu'aiman menceritakan segala kejadian yang telah berlalu. Abubakar ra segera menyusul rombongan kaum yang telah membeli Suwaith tersebut, lalu ditebus kembali dan dibawanya pulang.

Pada saat disampaikan peristiwa ini kepada Rasulullah saw, beliau ketawa atas perbuatan Nu'aiman tersebut, dan selama setahun bila melihat Nu'aiman beliau selalu tersenyum.
2. Umar ra dan Wanita-wanita Quraisy

Pada suatu ketika Sayyidina Umar ra meminta izin untuk bertemu RAsulullah saw. Sedangkan pada saat itu terdapat beberapa orang wanita Quraisy yang sedang menanyakan beberapa masalah dan terdengar mereka berbicara dengan riuh, ramai serta suara keras.
Ketika Umar ra masuk, mereka segera diam dan membetulkan kerudung mereka masing-masing. Melihat kejadian demikian Rasulullah saw tertawa.
Waktu melihat Rasulullah saw tertawa, Umar ra bertanya kepada beliau:"Mengapa engkau tertawa ya Rasulullah?
Nabi saw menjawab:"Saya heran, ketika wanita-wanita itu mendengar suaramu, cepat-cepat mereka membetulkan letak kerudung mereka."
Mendengar ucapan Rasululah saw tersebut Umar ra berkata: "Sepantasnya engkaulah, ya Rasululah yang lebih disegani dari pada aku."

Kemudian Umar ra mendekati para wanita tersebut dan berkata: " Kalian melawan diri kalian sendiri, mengapa kalian lebih takut kepada saya dari pada kepada Rasululah?"

Wanita-wanita itu menjawab: " Engkau berhati kasar dan lebih keras dari pada Rasululah."


Mendengar apa yang dikatakan oleh para wanita Quraisy tersebut Rasululah saw lalu berkata: "Hai Ibnul Khattab, demi Allah apabila setan berjumpa dengan engkau di jalan yang engkau lalui, maka dia akan menjauh dan melewati jalan yang lain."(riwayat Bukhori)

Label: