Pernahkah anda terbangun ditengah malam buta dan bertanya pada diri sendiri, "siapakah saya?siapa yang membangunkan saya? Untuk apa saya terbangun? kemudian Anda berwudhu, shalat, lama bersujud memohon ampunan atas dosa yang perbuat. Ah, nikmatnya.
Menurut para pakar, seseorang yang terbiasa berpikir, berintrospeksi diri, dan memperhatikan kecacatan diri serta mengingat rezeki dari Allah, niscaya dia mampu mengetahui pangkal setiap kelakuan dosanya, yakni nafsu amarahnya dan ia menyadari bahwa amarahnya tersebut bodoh dan zhalim.
Bila kita belum mampu mensyukuri nikmat yang Allah turunkan, meskipun itu hanya sebesar atom, saat inilah kita belajar bersyukur. Allah sendiri menuntun kita agar senantiasa berdo'a seperti yang tercantum surah Al-Ahqaaf ayat15," ...ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu-bapakku..."
Label:
Belajar Bersyukur...
Menurut para pakar, seseorang yang terbiasa berpikir, berintrospeksi diri, dan memperhatikan kecacatan diri serta mengingat rezeki dari Allah, niscaya dia mampu mengetahui pangkal setiap kelakuan dosanya, yakni nafsu amarahnya dan ia menyadari bahwa amarahnya tersebut bodoh dan zhalim.
Bila kita belum mampu mensyukuri nikmat yang Allah turunkan, meskipun itu hanya sebesar atom, saat inilah kita belajar bersyukur. Allah sendiri menuntun kita agar senantiasa berdo'a seperti yang tercantum surah Al-Ahqaaf ayat15," ...ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu-bapakku..."