Refleksi DiRi

2/05/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (1)

Kita diingatkan Imam Syafi'i dengan wasiatnya."Memang sebenarnya putaran zaman itu menakjubkan, sekali waktu engkau akan mengalami keterpurukan,tetapi pada saat yang lain engkau memperoleh kejayaan."

Hal ini mengingatkan kita tentang perputaran tahun , manusia mengisi catatan kehidupannya.Tiap perputaran waktu diikuti perubahan yang juga tak kalah cepat. Namun tiap masa berganti, kita selalu mengharapkan adanya perbaikan dalam diri dan kehidupan sekitar.
Sebagaimana saat ini kita baru beranjak menjejak Tahun Baru Hijriah 1429 yang bertepatan dengan 10 Januari 2008. Namun, pergantian Hijriah tidaklah segegapgempita tatkala umat dunia memperingati pergantian tahun masehi. Kalaupun ada peringatan, helatnya amat sunyi di surau-surau dan di masjid-masjid. Maka, syiar tahun Hijriah tak dapat dipungkiri menjadi sepi.
Dalam setiap pergantian tahun, pesan yang umum disampaikan adalah agar setiap diri (individu)menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Sebab, kalau berhenti dalam kondisi sama seperti sebelumnya berarti tidak ada kemajuan,tertinggal yang berarti kemuduran.
Hal terpenting dari peringatan tahun baru Hijriah adalah menjadikan hidup lebih baik. Lebih baik tak sekedar baik.Sebab, lebih baik berarti ada peningkatan produktivitas, baik dari segi jumlah maupun mutu.

Hijrah kali ini menantang kita untuk melakukan tafakur personal maupun sosial.
Hijrah secara pribadi sebagai hamba ALLah, serta hijrah masal sebagai kesatuan umat Islam. Hijrah dari sifat-sifat tercela (malas,kikir,tamak,sombong dsb)yang selama ini melekat dalam pribadi kita dan umat.Hijrah menuju bangkit dan terciptanya pribadi-pribadi tangguh serta umat yang kokoh dalam menghadapi tantangan zaman yang tidak menentu dan makin beragam.
Hijrah dengan bekal ilmu, iman dan amal yang nyata dalam membangun kembali kejayaan Islam yang kita cita-citakan,Allahu Akbar...!!!

Label: