Zuhud

11/14/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ketahuilah bahwa cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan, sedangkan zuhud terhadap dunia merupakan maqom yang mulia. Dan yang dimaksud dengan zuhud adalah memalingkan diri dari sesuatu yang disukai demi untuk sesuatu yang lebih baik. Telah ma'ruf bahwa yang dimaksud zuhud adalah meninggalkan dunia, barangsiapa yang meninggalkan segala sesuatu selain ALLAH maka disebut zahid yang sempurna. Bukanlah yang disebut Zuhud itu meninggalkan harta, tetapi yang disebut zuhud itu meninggalkannya tahu kerusakannya dan berpaling pada akhirat yang kekal. Firman ALLAH SWT: 'Apa-apa yang di sisimu akan sirna, dan apa yang disisi ALLAH kan kekal' (QS An-Nahl 16/96). Berkata al-Fudhail: ALLAH menciptakan keburukan dalam satu rumah dan menjadikan cinta dunia sebagai kuncinya, dan ALLAH menciptakan kebaikan dalam satu rumah dan menjadikan Zuhud sebagai kuncinya.
Tingkatan Zuhud ada 3,
yang pertama adalah orang yang berusaha untuk Zuhud terhadap dunia dan ia merasa berat, tetapi ia terus berusaha sekuat tenaga, orang ini disebut sebagai mutazahhid dan ini tingkatan yang terendah. Tingkatan kedua adalah ia telah mampu zuhud dengan sukarela tanpa harus menguras kemampuan, tetapi ia dapat melihat kezuhudannya dan dapat merasakan bahwa ia telah meninggalkan dunia dan merasa senang karenanya. Sementara derajat ketiga dan yang tertinggi adalah yang zuhud dengan mudah, dan ia sudah demikian zuhud sehingga merasa biasa saja dengan kezuhudannya karena ia sudah merasa bahwa dunia itu tidak ada nilainya sedikitpun, maka jadilah ia seperti orang yang membuang kotoran dan pergi tanpa menoleh ataupun mengingat lagi, padahal dunia jika dibandingkan dengan sampah masih lebih hina lagi nilainyaZuhud dilakukan terhadap berbagai hal sbb:
1. Zuhud terhadap makanan, dalam hadits Nabi SAW disebutkan kata A�isyah ra kepada keponakannya Urwah: Telah berlalu atas kami bulan baru, bulan baru, bulan baru (3 bulan) sementara tidak pernah menyala api di dapur rumah Nabi SAW dan keluarganya, maka ditanyakan oleh Urwah: Wahai bibinda maka dengan apa kalian makan? Dijawab: Dengan air dan kurma. (HR Bukhari 8/121 dan Muslim 8/217)
2. Zuhud terhadap pakaian, diriwayatkan dari Abi Bardah: Telah keluar Aisyah ra pada kami membawa sehelai selendang kasar dan selembar kain keras sambil berkata: Telah dibungkus jasad Nabi SAW dengan kain seperti ini. (HR Bukhari 7/195, Muslim 6/145, Abu Daud 4036 dan Turmudzi 1733) Dan berkata Al-Hasan ra: Umar ra pernah berkhutbah saat ia menjabat presiden sementara di bajunya aku hitung ada 12 bekas jahitan.
3. Zuhud terhadap tempat tinggal, dalam hadits disebutkan: 'Seorang muslim diberi pahala dari semua harta yang dinafkahkannya, kecuali dari apa yang dibuatnya dari tanah ini (bangunan).(HR Ibnu Maajah 4163), berkata al-Hasan ra: Aku jika memasuki rumah Nabi SAW, maka kepalaku menyentuh atap daun kurmanya.
4. Zuhud dalam alat rumah tangga, dalam hadits disebutkan kata Umar ra: 'Saya masuk ke dalam rumah Nabi SAW, sedang ia bertelekan pada sebuah tikar kasar sehingga berbekas pada tubuhnya, maka aku melihat pada perabotannya hanya kulihat segenggam tepung sebanyak 1 sha'. (HR Bukhari 7/38, Muslim 4/189, 191) Zuhud yang terbaik menurut Ibnul Mubarak adalah yang menyembunyikan kezuhudannya dari manusia, ciri-cirinya adalah:
1. Ia tidak merasa senang dengan adanya sesuatu dan tidak merasa sedih dengan ketiadaannya, sebagaimana firman ALLAH SWT: 'Agar engkau tidak berputus asa atas apa yang hilang darimu dan merasa senang dengan apa yang ada padamu.(QS al-Hadiid 23) Dan inilah zuhud dalam harta.
2. Sama baginya dicela atau dipuji, ini merupakan tanda zuhud terhadap kedudukan.
3. Sangat dekat ia dengan ALLAH, dan hatinya dikuasai kelezatan taat pada ALLAH SWT.Ketahuilah bahwa antara cinta pada ALLAH dengan cinta pada dunia sebagaimana air dengan udara dalam sebuah bejana, jika air masuk maka udara akan keluar dari bejana itu sebanyak air yang masuk, maka ada bejana yang dipenuhi air, 2/3 nya, 1/2 nya, dan seterusnya sampai ada yang kosong sama sekali dari air. Maka dimanakah letak hatimu ?!In uriidu illal ishlaaha mas tatho'tu .
(Disarikan dari Kitab Mukhtashar Minhaajul Qaasidiin, Syaikh Ahmad bin Abdirrahman bin Qudamah al-Maqdisiy rahimahullah)

Sujudku Disepertiga Malam

7/21/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)


Malam ini….

Ku bersimpuh dihadapan-Mu

Merajut asa dalam sujud panjangku

Ku tata hati dengan kesungguhan

Yang kubalut dengan kekusyukan


Malam ini….

Ku rangkai bait-bait do’a

Diantara susunan sepuluh jari

Memohon agar Engkau

Memberikan setetes kesejukan dalam kalbuku

Kalbu yang mulai gersang dan lalai

Oleh pesona dunia


Ya Rabb…

Izinkan hamba untuk selalu merasakan kesejukan itu

Agar jiwa ini selalu basah oleh nikmat Hidayah-Mu…


Padang, 21 juli 2008

Rangkaian Bunga Cinta Untuk-Nya

7/21/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)





Kurangkai kuntum-kuntum bunga cinta ini dengan Asma-Nya

Mekarnya kelopak bunga cinta

Sebarkan semerbak wewangian rindu

Yang memenuhi relung-relung hatiku yang hampa


Kususun rangkaian bunga cinta

Dalam keranjang biru kasih

Untuk yang Maha Kasih sang Khaliqul Alam

Kubersimpuh dihadapan-Mu

Dalam tunduk jiwa dan raga yang lemah

Terimalah rangkaian bunga sederhana ini

Dari sekeping hati yang Fakir

Kupersembahkan ke haribaan-Mu, Ya Rabb...


Ku percaya akan kedasyatan cinta-Mu

Cinta yang Maha Indah bagi siapapun yang memuja-Mu

Cinta yang abadi dan hakiki....

Label:

Give_thank_to_Allah

7/20/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Mata dan Hati

7/17/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)


”Mata adalah panglima hati. Hampir semua perasaan dan perilaku awalnya dipicu oleh pandangan mata. Bila membiarkan mamandang yang dibenci dan diralang, maka pemiliknya berada di tepi jurang bahaya. Meskipun ia tidak bersungguh-sungguh jatuh ke dalam jurang”. Demikian potongan nasihat Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya Ulumuddin.

Beliau berwasiat agar tidak menganggap ringan masalah padangan. Ia juga mengutip bunyi sebuah sya’ir, ”semua peristiwa besar berawalnya adalah mata. Lihatlah api kecil yang awalnya berasal dari percikan api”.

Senada dengan bunyi sya’ir tersebut sebagian salafushalih mengatakan, ”Banyak makanan haram yang bisa menghalangi orang untuk melakukan shalat tahajjud dimalam hari. Banyak juga pandangan kepada yang haram sampai menghalanginya dari membaca Kitabullah”.

Semoga Allah memberikan naungan barakah-Nya kepada kita semua. Fitnah dan ujian tak pernah berhenti. Sangat mungkin, kita kerap mendengar bahkan mengkaji masalah mata. Tapi belum tentu kita termasuk dalam kelompok orang yang bisa memelihara matanya. Padahal, seperti yang diungkapkan oleh Imam Ghazali diatas, orang yang keliru menggunakan pandangan, berarti ia terancam bahaya besar karena mata adalah pintu yang paling luas yang bisa memberikan banyak pengaruh pada hati.

Menurut Imam Ibnul Qayyim, mata adalah penuntun, sementara hati adalah pendorong dan pengikut. Yang pertama, mata, memiliki kenikmatan padangan. Sedang yang kedua, hati, memiliki kenikmatan pencapaian. ”Dalam dunia nafsu keduanya adalah sekutu yang mesra. Jika terpuruk dalam kesulitan, maka masing-masing akan saling mencela dan mencerai,” jelas Ibnul Qayyim.

Perilaku mata dan hati adalah sikap tersembunyi yang sulit diketahui oleh orang lain, kedipan mata apalagi kecenderungan hati, merupakan rahasia diri yang tak diketahui oleh siapapun, kecuali Allah SWT, ” Dia (Allah) mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”.(QS. Al-mukmin:19).Itu artinya, memelihara mata dan hati, sangat tergantung dengan tingkat keimanan dan kesadaran penuh akan ilmuLlah (pengetahuan Allah). Pemeliharaan hati dan mata, bisa identik dengan tingkat keimanan seseorang.

Banyak sekali kenikmatan yang menjadi buah memelihara mata. Coba perhatikan tingkat-tingkat manfaat yang diuraikan oleh imam Ibnul Qayyim dalam Al jawabul Kafi Liman Saala Anid Dawa’i Syafi berikut ini:

1.Memelihara pandangan mata, menjamin kebahagiaan seorang hamba di dunia dan akhirat.

2.Memelihara pandangan, memberi nuansa kedekatan seseorang hamba kepada Allah.

3.Menahan pandangan bisa menguatkan hati dan membuat seseorang lebih merasa bahagia.

4.Menahan pandangan juga menghalangi pintu masuk syaithan ke dalam hati.

Dalam sebuah hadits di kisahkan, pada hari kiamat ada sekelompok orang membawa hasanat (kebaikan) yang sangat banyak. Bahkan Rasul menyebutkan, kebaikan itu bak sebuah gunung. Tapi ternyata, Allah SWT tidak memandang apa-apa terhadap prestasi kebaikan itu. Allah menjadikan kebaikan itu tak berbobot, seperti debu yang berterbangan. Rasul mengatakan, bahwa kondisi seperti itu adalah karena mereka adalah kelompok manusia yang melakukan kebaikan ketika berada bersama manusia yang lain. Tapi tatkala dalam keadaan sendiri dan tak ada manusia lain yang melihatnya, ia melanggar larangan-larangan Allah (HR. Ibnu Majah)

Kesendirian, kesepian, kala tak ada orang yang melihat perbuatan salah, adalah ujian yang membuktikan kualitas iman. Disinilah peran mengendalikan mata dan kecondongan hati termasuk dalam situasi kesendirian, karena ia menjadi bagian suasana yang tidak diketahui oleh orang lain, ”Hendaklah engakau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engakau tidaka melikhat-Nya yakinilah bahwa ia melihatmu”.


Label:

Tips Menjaga Kesehatan

7/17/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

“Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah

dari pada mu’min yang lemah”

Hadist di atas menjelaskan akan pentingnya kesehatan bagi seorang mu’min, karena kita dapat menjalan lebih banyak ibadah atau amalan-amalan shaleh jika didukung dengan kondisi fisik yang prima.

Kesehatan bukan sesuatu yang abadi, ia tidak dapat dibeli dengan uang. Kesehatan adalah sesuatu yang harus dimenej dengan baik. Kita dapat membeli obat, tapi tidak membeli kesehatan. Semua orang tahu, bahwa olah raga membuat sehat , tapi banyak orang terkalahkan oleh inskonsistensi.

Agar hidup lebih sehat ada baiknya menerapkan resep sehat, WELLNESS dari Dr. Kathelen Kuntjoro berikut ini:

1.Water. Untuk dapat sehat maka tubuh kita harus cukup air. Komposisi tubuh paling banyak dari kandungan air.

2.Environment. Untuk dapat sehat kita memerlukan lingkungan yang sehat, bersih, penuh dengan udara segar dan cahaya matahari.

3.Life Drug Free. Hindari ketergantungan obat atau perangsang lainnya.

4.Laugh. Tersenyum, hidup ceria, optimis dan berfikir positif sangat penting untuk mendukung kesehatan

5.Nutrition. Untuk dapat sehat, tubuh harus mendapat pasokan gizi makanan yang cukup.Dan hindari menkonsumsi makanan cepat saji, mulailah menkonsumsi makanan alami dan sehat.

6.Exercise. Untuk mendapatkan kesehatan harus didukung dengan berolah raga secara rutin.

7.Sleep. Untuk dapat sehat, tubuh membutuhkan istirahat yang cukup. Tubuh bukan mesin traktor yang dapat bekerja nonstop 3 hari 3 malam.

8.Sosial and Spiritual Balance. Diperlukan keseimbangan sosial dan spiritual atau keseimbangan batin untuk bisa hidup sehat.

”Kesehatan bukan segala-galanya. Namun segala-galanya menjadi kurang bermakna jika tubuh kita tidak sehat. Segala ikhtiar dan upaya dikembalikan semuanya kepada Allah. Dialah yang memberi hidup dan menyembuhkan penyakit.”

Agar Bangsa Ini Tak Salah menapaki sejarahnya......

5/20/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (3)

Di berbagai media, di tengah kesulitan hidup yang kian melilit rakyat, di tengah kemiskinan yang kian menjadi, di tengah keputus-asaan rakyat banyak yang kian membuncah, di tengah himpitan kemelaratan, di tengah pesta korupsi dan mark-up anggaran negara (baca: uang rakyat) yang dilakukan para pejabat negara, memasuki bulan Mei 2008 bangsa ini dicekoki dengan ‘Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional’. Hal ini tentunya dikaitkan dengan berdirinya organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.

Jika salah satu syair dari Taufiq Ismail berjudul “Malu Aku Jadi Orang Indonesia’, maka sekarang ini judul syair tersebut bertambah relevan. Betapa memalukannya sebuah bangsa yang katanya besar ternyata masih saja salah menetapkan tonggak kebangkitannya sendiri. Dan parahnya, hal ini ternyata didukung oleh tokoh-tokoh dan partai Islam yang seharusnya menjadi agen pencerahan bangsa.

Sayyid Quthb di dalam “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan.

Situs eramuslim.com sekurangnya sudah tiga kali memuat tentang organisasi Boedhi Oetomo (BO) dan memaparkan bahwa organisasi ini sama sekali tidak berhak dijadikan tongak kebangkitan nasional karena BO sama sekali tidak pernah mencita-citakan kemerdekaan, pro-penjajahan yang dilakukan Belanda, dan banyak tokohnya anggota aktif Freemasonry yang merupakan organisasi pendahulu dari Zionisme. Seharusnya, tonggak kebangkitan nasional disematkan pada momentum berdirinya organisasi Syarikat Dagang Islam (SDI) yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI) pada tahun 1905, tiga tahun sebelum BO.

Penghinaan Terhadap Perjuangan Umat Islam

Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.

Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan fatal.

Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang-kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20. 2. 2003.

KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin terjadi. Selain topik pengkhianatan the founding-fathers bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo.

“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN.

BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.

Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN.

Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.

Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya... Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”

Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938.

Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.

Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.

Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.

Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo Kecewa dengan BO

Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.

Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.

Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.

Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:

Tujuan:

- SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,

- BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).

Sifat:

- SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,

- BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,

Bahasa:

- SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,

- BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda

Sikap Terhadap Belanda:

- SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,

- BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,

Sikap Terhadap Agama:

- SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,

- BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)

Perjuangan Kemerdekaan:

- SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

- BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

Korban Perjuangan:

- Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,

- Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,

Kerakyatan:

- SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,

- BO bersifat feodal dan keningratan,

Melawan Arus:

- SI berjuang melawan arus penjajahan,

- BO menurutkan kemauan arus penjajahan,

Kelahiran:

- SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,

- BO baru lahir pada 20 Mei 1908,

Seharusnya 16 Oktober

Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini.

Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.

Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”. artikel dari: www.eramuslim.com

Label:

PERANGKAP

4/30/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Saya pernah membaca sebuah artikel menarik tentang teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika. Caranya sangat unik, karena dengan teknik itu memungkinkan pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Hal ini sesuai dengan permintaan orang yang akan membelinya, sebab monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Adapun cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya, agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu membuat perangkap ini pada sore hari. Dan besoknya, mereka tinggal menangkap monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol yang tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa? Tentu kita sudah tau jawabannya. monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada didalamnya. Tapi karena menggenggam kacang, maka monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Dan selama mempertahankan kacang-kacang itu, maka selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak dapat pergi kemana-mana.

Kita mungkin tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenarnya kita mungkin sedang mentertawakan diri kita sendiri. Karena terkadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita menggenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet yang menggenggam kacang- kacang itu.
Kita sering mendendam, tidak mudah memberi maaf. Mulut kita mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Begitupun dengan penyakit-penyakit hati lainnya, yang tanpa sadar kita telah menjaga dan membawa "toples-toples " itu kemanapun kita pergi.

Sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya. Begitupun kita akan selamat dari penyakit-penyakit hati jika mau melepaskan semua "rasa tak enak " terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita. Dengan begitu InsyaAllah kita akan mendapati hari esok yang cerah dengan senyuman...~_^







Label:

BUYA HAMKA DAN PALESTINA

3/07/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah gelar Datuk Indomo yang akrab dengan panggilan Buya Hamka, lahir 16 Februari 1908, di Ranah Minangkabau, desa kampung Molek, Sungai Batang, di tepian danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Buya Hamka yang bergelar Tuanku Syaikh, gelar pusaka yang diberikan ninik mamak dan Majelis Alim-Ulama negeri Sungai Batang - Tanjung Sani, 12 Rabi’ul Akhir 1386 H/ 31 Juli 1966 M, pernah mendapatkan anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar, 1958, Doktor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974, dan gelar Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia.

Buya Hamka adalah seorang ulama yang memiliki ‘izzah, tegas dalam aqidah dan toleran dalam masalah khilafiyah. Beliau sangat peduli terhadap urusan umat Islam, sehingga tidak mengherankan, di dalam dakwahnya, baik berupa tulisan maupun lisan, ceramah, pidato atau khutbah selalu menekankan tentang ukhuwah Islamiyah, menghindari perpacahan dan mengingatkan umat untuk peduli terhadap urusan kaum muslimin.

Ketika dihembuskan opini tentang cerdas dan pintarnya orang-orang Yahudi Israel, sehingga dapat mengalahkan pasukan Arab dalam perang Arab-Israel. Maka Buya meluruskan pemahaman tersebut melalui tulisan beliau di dalam Tafsir Al-Azhar, Juzu’ 1, halaman 221:

“Sebab yang utama bukan itu, Yang terang ialah karena orang Arab khususnya dan Islam umumnya telah lama meninggalkan senjata batinnya yang jadi sumber dari kekuatannya. Orang – orang yang berperang menangkis serangan Israel atau ingin merebut Palestina sebelum tahun 1967 itu, tidak lagi menyebut-nyebut Islam.

Islam telah mereka tukar dengan Nasionalisme Jahiliyah, atau Sosialisme ilmiah ala Marx. Bagaimana akan menang orang Arab yang sumber kekuatannya ialah imannya, lalu meninggalkan iman itu, malahan barangsiapa yang masih mempertahankan idiologi Islam, dituduh Reaksioner. Nama Nabi Muhammad sebagai pemimpin dan pembangun dari bangsa Arab telah lama ditinggalkan, lalu ditonjolkan Karl Marx, seorang Yahudi.

Jadi untuk melawan Yahudi mereka buangkan pemimpin mereka sendiri, dan mereka kemukakan pemimpin Yahudi. Dalam pada itu kesatuan akidah kaum Muslimin telah dikucar-kacirkan oleh ideologi - ideologi lain, terutama mementingkan bangsa sendiri. Sehingga dengan tidak bertimbang rasa, di Indonesia sendiri, di saat orang Arab sedang bersedih karena kekalahan, Negara Republik Indonesia yang penduduknya 90% pemeluk Islam, tidaklah mengirimkan utusan pemerintah buat mengobati hati negara-negara itu, melainkan mengundang Kaisar Haile Selassie, seorang Kaisar Kristen yang berjuang dengan gigihnya menghapus Islam dari negaranya.

Ahli – ahli Fikir Islam modern telah sampai kepada kesimpulan bahwasanya Palestina dan Tanah Suci Baitul Maqdis, tidaklah akan dapat diambil kembali dari rampasan Yahudi (Zionis) itu, sebelum orang Arab khususnya dan orang–orang Islam seluruh dunia umumnya, mengembalikan pangkalan fikirannya kepada Islam. Sebab, baik Yahudi dengan Zionisnya, atau negara-negara Kapitalis dengan Christianismenya, yang membantu dengan moril dan materil berdirinya Negara Israel itu, keduanya bergabung jadi satu melanjutkan Perang Salib secara modern, bukan untuk menentang Arab karena dia Arab, melainkan menentang Arab karena dia Islam”.

Di Juzu’ VI, halaman 307, Buya juga menjelaskan konspirasi negara-negara Eropa dan Amerika dalam pendirian “ Negara Israel”, “Yaitu mereka jajah Palestina, mereka rampas dari tangan Turki. Lalu diserahkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Lord Boulfour (seorang Yahudi), kepada kaum Zionis, gerakan Yahudi terbesar di zaman ini, supaya mereka membuat negara di sana. Sehabis Perang Dunia Kedua disuruhlah orang Yahudi membentuk Negara Israel di Palestina”.

Buya Hamka berpulang ke Rahmatullah, 24 Juli 1981, telah meninggalkan warisan dan pelajaran yang sangat berharga untuk ditindak lanjuti oleh genarasi Islam, yaitu istiqamah dalam berjuang, menjaga persatuan umat dan peduli terhadap urusan kaum Muslimin.

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."(QS: Al-Hasyr/59: 10). (fn).

H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA (Email: ferryn2006@yahoo.co.id)

Label:

2008: Bukan 100 tahun Kebangkitan Nasional

3/07/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Salah satu kelebihan Kaum Yahudi dibandingkan umat-umat lainnya adalah kebanggaan mereka terhadap perjalanan sejarah kaumnya sendiri.

Berabad silam, di tahun 1118 Masehi, tatkala Knights Templar dibentuk dan memulai penggalian di bawah pondasi kompleks Masjidil Aqsha dengan keyakinan bahwa The King Solomon Treasure terpendam di bawah situs bersejarah milik umat Islam, upaya ini dilanjutkan dari generasi ke generasi sampai dengan detik ini, melewati lebih dari Sembilan abad, walau apa yang dicari belum pernah ditemukan! Umat Yahudi adalah umat yang patut diberi acungan jempol soal kebanggaan mereka terhadap sejarahnya.

Bagaimana dengan umat Islam? Di sinilah salah satu kelemahan kita yang paling akut. Umat Islam memorinya sangat singkat dan sangat mudah terhapus sehingga kejadian yang baru saja berselang tak lama kemudian begitu cepat terlupakan. Dan parahnya, penyakit lupa sejarah ini tidak saja menghinggapi tingkat akar rumput, namun juga diderita oleh para pemimpinnya atau orang-orang yang mengaku sebagai tokoh umat.

Salah satu kasus yang paling baru adalah berita yang mengutip dari salah seorang tokoh umat Islam bahwa tahun 2008 ini merupakan 100 tahun Kebangkitan Nasional. Hal ini tentu berangkat dari pemahaman bahwa Kebangkitan Nasional Bangsa Indonesia terjadi pada tahun 1908. Apalagi jika bukan pendirian organisasi Boedhi Oetomo (BO) pada 20 Mei 1908 yang dimaksud. Kenyataan ini sungguh-sungguh memilukan.

Adakah mereka tahu bahwa BO sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka? Adakah mereka paham bahwa BO tidak berdiri di atas paham kebangsaan, melainkan paham chauvinistis sempit di mana hanya orang Jawa dan Madura yang boleh menjadi anggotanya? Adakah mereka tahu bahwa BO sama sekali tidak menghargai bahasa Melayu sebagai bahasa asal dari bahasa Indonesia karena di dalam rapat-rapat resmi maupun di dalam anggaran dasar maupun anggaran rumah tangganya BO mempergunakan bahasa Belanda?

Adakah mereka tahu jika BO mendukung status-quo yang berarti mendukung penjajahan Belanda atas Bumi Pertiwi ini? Adakah mereka tahu jika para tokoh BO merupakan tokoh-tokoh Freemasonry bentukan Belanda yang gemar mengadakan ritual memanggil setan di loji-loji mereka?

Jelas, tanggal pendirian BO sama sekali sangat tidak pantas dan tidak berhak dijadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional! Karena BO memang tidak pernah mencita-citakan itu. Dijadikannya berdirinya BO sebagai momentum Hari Kebangkitan Nasional merupakan salah satu warisan rezim terdahulu yang wajib direformasi dan dihapus dari buku-buku sejarah Indonesia. Seorang pemimpin harus berani mengatakan putih itu putih dan hitam itu hitam. Jika tidak berani, maka namanya bukanlah pemimpin melainkan ‘Pak Turut’.

Kebangkitan Nasional Sesungguhnya

Sebenarnya sudah teramat banyak artikel yang mengupas tentang hal ini. Hanya mereka yang malas membacalah yang tidak mengetahui bahwa berdirinya Syarikat Dagang Islam (SDI) tiga tahun sebelum BO, jadi di tahun 1905, yang patut dijadikan Hari kebangkitan Nasional. Karena SDI yang kemudian menjelma menjadi Syarikat Islam (SI) adalah organisasi bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke (bukan hanya Jawa dan Madura seperti halnya BO) yang pertama kali yang berhasil menghimpun semua anak bangsa dan mencita-citakan Indonesia merdeka.

Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga SDI dan kemudian SI memakai bahasa melayu sebagai bahasa asal Bahasa Indonesia. Demikian pula di dalam rapat-rapat resminya, organisasi ini mempergunakan bahasa melayu dan diharamkan mempergunakan bahasa Belanda karena dianggap sebagai bahasa kaum penjajah.

Bagi yang belum pernah mendengar hal ini (kasihan sekali) silakan cari sendiri di berbagai situs yang telah memuat banyak artikel tentang hal tersebut. Sejumlah buku-buku pun sudah memaparkan hal ini.

Jangan Lestarikan Yang Salah

Salah satu amanah reformasi adalah pelurusan dan pemurnian sejarah. Dan tokoh-tokoh yang kini berada di lingkaran elit kekuasaan harusnya memenuhi amanah ini. Apalagi Kebangkitan Nasional yang sesungguhnya itu, di tahun 1905, adalah juga kebangkitan organisasi Islam pertama di Nusantara. Umat Islam wajib membanggakan hal itu dan berjuang sekuat tenaga agar seluruh bangsa Indonesia mengetahuinya.

Adalah sangat memilukan jika umat Islam sendiri, apatah lagi tokoh-tokohnya, mengabaikan hal itu dan meneruskan kebohongan sejarah yang mendiskreditkan sejarah Islam Nusantara sendiri kepada generasi penerus bangsa ini. Janganlah mewariskan sesuatu yang salah. Katakanlah yang benar, walau kebenaran itu belum tentu manis rasanya.(rizki) www.eramuslim.com

Label:

Teh Hitam Baik Mencegah Diabetes

3/07/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)


Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Kamis, 06 Maret 2008

Kebiasaan minum teh hitam sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit diabetes mellitus. Demikian hasil penelitian terbaru dari Universitas Dundee

ImageHidayatullah.com—Sebuah penelitian terbaru membuktikan, kebiasaan meminum teh sangat bermanfaat bagi kesehatan. Para ahli dari Universitas Dundee melalui hasil penelitian terbaru mengindikasikan, meminum teh hitam dapat dijadikan salah satu cara mencegah penyakit diabetes mellitus.

Sebagaimana dilancir BBC, Senin (3/3), peneliti Skotlandia berhasil menemukan sejenis senyawa terkandung dalam teh hitam yang memiliki potensi besar mengatasi penyakit diabetes tipe 2, atau jenis diabetes yang paling banyak diderita saat ini.

Menurut mereka, senyawa khusus ini mampu berperan seperti halnya insulin dalam tubuh. Ahli dari Universitas Dundee dipimpin oleh Dr Graham Rena bersama tim dari Crop Research Institute ini mengungkapkan bahwa senyawa dalam teh hitam yang disebut Tehaflavin dan Teharubigin dapat meniru fungsi insulin dalam tubuh.

“Apa yang kami temukan dalam senyawa ini mampu menirukan fungsi insulin pada protein yang dikenal dengan nama foxos,¨ ujar Dr Rena yang mempublikasikan temuannya dalam edisi terbaru jurnal Aging Cell.

¨Foxos sebelumnya telah menjadi dasar yang menjembatani hubungan antara diet dan kesehatan dalam varian organisme yang luas termasuk pada tius, cacing dan lalat buah. Tugas kami sekarang adalah melihat apakah temuan ini dapat diterjemahkan ke dalam sesuatu yang berguna bagi kesehatan manusia,¨ ungkap Dr Rena.

Dr Rena menegaskan, penelitian lebih jauh mengenai temuan ini perlu dilakukan. Oleh sebab itu, ia menghimbau masyarakat tidak serta merta mengonsumsi teh hitam sebagai cara mengobati diabetes.

¨Masyarakat tak perlu menjadi panik untuk meminum teh hitam dalam jumlah banyak dan berpikir bahwa teh dapat mengobati mereka dari sakit diabetes. Jalan kami masih panjang untuk sampai pada teknik pengobatan baru atau rekomendasi diet ,¨ terangnya.

¨Riset kami mengenai kandungan dalam teh ini masih bersifat pra klinis dan tahap eksperimental. Pasien yang mengidap diabetes sebaiknya melanjutkan pengobatan mereka dengan arahan dari dokter mereka,¨ tambahnya.

Walau begitu, kata Rena, ¨Ada sesuatu yang sangat menarik dari bagimana kandungan alami dalam teh hitam ini menimbulkan manfaat, baik dalam kaitannya dengan diabetes maupun kesehatan secara umum.¨ [ac/sy/www.hidayatullah.com

Label:

**Hidayah**

3/06/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Sepuluh Jari tersusun
Luruh sudah rasa hati
Terangkai do'a
Tulus terucap kini
Tergelincir begitu mudah
Sering kali berbuat salah
Kesombongan melanda diri
Sering takku sadari
Ketika Hidayah Mu Ilahi
Menyentuh lembut dihati
Dan hidayah Mu Ilahi
Ku sambut sepenuh hati
Slamat datang
Hari-hari Indahku di Jalan-Mu Tuhan
Ku takkan pulang pada masa laluku yang hitam dan kelam
Harapan ku kini didalam hati jadilah diriku seorang abdi
Satu cintaku hanyalah pada-Mu
Ya Allah aku bersujud.....

*****

Label:

La Tahzan

2/26/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

22 januari'08

Allah....tiada lagi tempat mengadu sgala resahku selain pada-Mu
sedih, kesel, kecewa smua rasa bercampur baur gak tau harus bagaimana. aku seakan kehilangan arah.
Ternyata benar kita gak bisa mendapatkan semua yang kita inginkan, dan smua itu adalah skenario Allah.

Dan kesungguhan itu kadang butuh pembuktian, dan menjalaninya butuh kesabaran serta yang paling sulit adalah berusaha untuk selalu berhusnuzhan sama apapun yang ditakdirkan Allah...

Hanya kata 'La Tahzan Allah selalu bersamamu' yang menjadi penawar luka
Allah....aku yakin akan semua janji-Mu bagi hamba yang slalu bersabar.
Kuatkan aku Ya Rabby....

Label:

Rabb....ikat Hati kami Dalam Cinta-Mu

2/25/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

24 Februari 2008

Getaran itu hadir lagi setelah sekian lama aku tidak merasakannya. Getaran di hati yang mampu menyesakkan dada, membangkitkan semangat dan membuat pecahnya tangis keharuan....
Sungguh getaran yang sudah lama ku rindu kehadirannya....

Ia muncul begitu saja ketika sebuah sms masuk ke HPku, yang isinya " asw, kak sayang gimana kabarnya?kami kangen nih ?oya kak, InsyaAllah kami Akhwat SF mau mabit dan ingin diskusi tentang masalah DF kita dengan kakak.kak datang ya? Dug, jantung berdegup kencang, mendadak kepalaku pusing Ya Rabb.... apa yang telah ku lakukan, Aku telah melupakan hak-hak saudaraku......
Dengan tangan gemetar ku balas sms itu' wa'alaykmslm, kakak juga kangen nih sama akhwat, InsyaAllah kakak datang dek....

Malam itu ku tatap wajah-wajah yang dulu pernah membuat getaran bahagia dihatiku, membuat pecah tangis keharuan ketika melihat wajah-wajah mereka yang penuh smangat.
Hari ini mereka adalah orang-orang yang berada di barisan terdepan perjuangan ini, tapi saat ini wajah-wajah itu seperti kehilangan smangat, satu persatu mereka mengungkapkan keluh kesah mereka sambil berurai air mata.
Ya Rabb...Ampuni aku yang telah meninggalkan mereka, tanpa terlebih dahulu menguatkan dan mengokohkan pijakan mereka. Maafkan kakak adik-adikku...
Malam itu kami habis waktu bersama, hingga tanpa sadar jarum jam dah menunjukkan pkl 4.oo dini hari.

Walaupun paginya semua teler karena gak tidur semalaman, namun wajah-wajah itu kembali smangat dan yang paling bahagia adalah aku karena Allah telah memberi aku waktu untuk membayar hutangku pada mereka....,Terima kasih Ya Allah...
Ya Rabb...Ikat Hati Kami Dalam Cinta-Mu dan kuatkan pijakan kami di jalan mulia ini

To; Mujahidahku (Marni, indah, Rika dan Yuni), Perjuangan kita masih panjang...., Tapi yakinlah Allah slalu bersama orang yang memperjuangkan Din-nya. Cayyo...!!!^_^

Label:

Senyum-senyum Rasulullah...

2/21/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Senyum adalah suatu amal yang mudah dilakukan, namun memiliki nilai ibadah jika kita melakukannya karena Allah, berikut ini kisah-kisah yang menceritakan tentang hal-hal yang membuat Rasullah (insan paling mulia) tersenyum:

1.Senyum Setahun

Pada suatu ketika Sayyidina Abubakar ra pergi ke Basra untuk berdagang. Dalam perjalanan ini ia disertai oleh Nu'aiman bin Amru, orang yang paling terkenal lucu dikalangan Ansor. Banyak leluconnya yang menyebabkan Rasulullah saw menjaditertawa, sehingga setiap kali Rasulullah berjumpa dengan Nu'aiman, beliau tidak dapat menahan diri untuk tersenyum.

Pada perjalanan menuju ke Basra itu, ikut pula menyertai mereka seorang pegawai Sayyidina Abubakar ra, yang bernama Suwaith bin Haramalah yang bertanggung jawab dalam masalah urusan logistik/makanan.

Ketika Abubakar ra meninggalkan mereka untuk sementara waktu, maka Nu'aiman mendatangi Suwaith serta meminta makanan. Suwaith menolak untuk memberikannya, sampai Abubakar ra datang kembali. Mendengar jawaban Suwaith, Nu'aiman bersumpah akan membalas perlakuan Suwaith tersebut. Dia lalu mendatangi suatu kaum dan menawarkan kepada mereka seorang budak yang hendak dijualnya. Dan mereka bersedia untuk membeli budak yang ditawarkannya itu.

Kemudian Nu'aiman berkata kepada mereka: " Budak ini bayak bicaranya. Nanti, dia pasti akan mengatakan: Saya bukan budaknya, saya orang bebas dan seterusnya. Dan kalau nanti ia berkata demikian, tinggalkanlah dia, jangan dibeli serta jangan merusak budakku." Lalu mereka berkata: Tidak, kami akan tetap membelinya dan kami tidak akan peduli dengan ucapannya.

Lalu jadilah mereka membelinya dan dibayar, tanpa memberitahukan sama sekali kepada Suwaith. mereka melepaskan surbannya dan digantungkan dilehernya serta tidak menghiraukan perlawanan yang diberikan Suwaith.

Ketika Abubakar ra tiba kembali serta menanyakan diman Suwaith berada, maka Nu'aiman menceritakan segala kejadian yang telah berlalu. Abubakar ra segera menyusul rombongan kaum yang telah membeli Suwaith tersebut, lalu ditebus kembali dan dibawanya pulang.

Pada saat disampaikan peristiwa ini kepada Rasulullah saw, beliau ketawa atas perbuatan Nu'aiman tersebut, dan selama setahun bila melihat Nu'aiman beliau selalu tersenyum.
2. Umar ra dan Wanita-wanita Quraisy

Pada suatu ketika Sayyidina Umar ra meminta izin untuk bertemu RAsulullah saw. Sedangkan pada saat itu terdapat beberapa orang wanita Quraisy yang sedang menanyakan beberapa masalah dan terdengar mereka berbicara dengan riuh, ramai serta suara keras.
Ketika Umar ra masuk, mereka segera diam dan membetulkan kerudung mereka masing-masing. Melihat kejadian demikian Rasulullah saw tertawa.
Waktu melihat Rasulullah saw tertawa, Umar ra bertanya kepada beliau:"Mengapa engkau tertawa ya Rasulullah?
Nabi saw menjawab:"Saya heran, ketika wanita-wanita itu mendengar suaramu, cepat-cepat mereka membetulkan letak kerudung mereka."
Mendengar ucapan Rasululah saw tersebut Umar ra berkata: "Sepantasnya engkaulah, ya Rasululah yang lebih disegani dari pada aku."

Kemudian Umar ra mendekati para wanita tersebut dan berkata: " Kalian melawan diri kalian sendiri, mengapa kalian lebih takut kepada saya dari pada kepada Rasululah?"

Wanita-wanita itu menjawab: " Engkau berhati kasar dan lebih keras dari pada Rasululah."


Mendengar apa yang dikatakan oleh para wanita Quraisy tersebut Rasululah saw lalu berkata: "Hai Ibnul Khattab, demi Allah apabila setan berjumpa dengan engkau di jalan yang engkau lalui, maka dia akan menjauh dan melewati jalan yang lain."(riwayat Bukhori)

Label:

*Rumah Idaman....

2/19/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Rumahku adalah surgaku, begitu semboyan impian keluarga mendo'akan rumah sendiri, walaupun rumahnya hanya berdinding bambu, beratapkan rumbia, beralaskan tanah.Dari rumah dimulai proses pembentukan diri seseorang. Dari rumah sinar kebahagiaan memancar. Sebaliknya runtuhnya sebuah keluarga dimulai dari "kehancuran" sebuah rumah.

Sejarah besar sebuah bangsa sesungguhnya berawal dari rumah, bermula dari kamar-kamar di rumah. Untuk itu Rasulullah bersabda," Terangilah rumah-rumahmu dengan shalat dan bacaan Al-Qur'an."

Rumah yang orang-orang di dalamnya selalu mendengungkan ayat-ayat suci Al-Qur'an adalah rumah yang dijaga malaikat, yang mampu memberikan kesejukan dan ketentraman. Pepatah mengatakan,"Money can buy enjoyment, but not happiness.Money can buy house, but not home,(uang dapat membeli kesenangan, tapi tidak kebahagiaan. uang dapat membeli rumah, tapi tidak keluarga)." Bagaimanakah keadaan rumah kita ????

Belajar Bersyukur...

2/19/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Pernahkah anda terbangun ditengah malam buta dan bertanya pada diri sendiri, "siapakah saya?siapa yang membangunkan saya? Untuk apa saya terbangun? kemudian Anda berwudhu, shalat, lama bersujud memohon ampunan atas dosa yang perbuat. Ah, nikmatnya.

Menurut para pakar, seseorang yang terbiasa berpikir, berintrospeksi diri, dan memperhatikan kecacatan diri serta mengingat rezeki dari Allah, niscaya dia mampu mengetahui pangkal setiap kelakuan dosanya, yakni nafsu amarahnya dan ia menyadari bahwa amarahnya tersebut bodoh dan zhalim.

Bila kita belum mampu mensyukuri nikmat yang Allah turunkan, meskipun itu hanya sebesar atom, saat inilah kita belajar bersyukur. Allah sendiri menuntun kita agar senantiasa berdo'a seperti yang tercantum surah Al-Ahqaaf ayat15," ...ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu-bapakku..."

Label:

Refleksi DiRi

2/05/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (1)

Kita diingatkan Imam Syafi'i dengan wasiatnya."Memang sebenarnya putaran zaman itu menakjubkan, sekali waktu engkau akan mengalami keterpurukan,tetapi pada saat yang lain engkau memperoleh kejayaan."

Hal ini mengingatkan kita tentang perputaran tahun , manusia mengisi catatan kehidupannya.Tiap perputaran waktu diikuti perubahan yang juga tak kalah cepat. Namun tiap masa berganti, kita selalu mengharapkan adanya perbaikan dalam diri dan kehidupan sekitar.
Sebagaimana saat ini kita baru beranjak menjejak Tahun Baru Hijriah 1429 yang bertepatan dengan 10 Januari 2008. Namun, pergantian Hijriah tidaklah segegapgempita tatkala umat dunia memperingati pergantian tahun masehi. Kalaupun ada peringatan, helatnya amat sunyi di surau-surau dan di masjid-masjid. Maka, syiar tahun Hijriah tak dapat dipungkiri menjadi sepi.
Dalam setiap pergantian tahun, pesan yang umum disampaikan adalah agar setiap diri (individu)menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Sebab, kalau berhenti dalam kondisi sama seperti sebelumnya berarti tidak ada kemajuan,tertinggal yang berarti kemuduran.
Hal terpenting dari peringatan tahun baru Hijriah adalah menjadikan hidup lebih baik. Lebih baik tak sekedar baik.Sebab, lebih baik berarti ada peningkatan produktivitas, baik dari segi jumlah maupun mutu.

Hijrah kali ini menantang kita untuk melakukan tafakur personal maupun sosial.
Hijrah secara pribadi sebagai hamba ALLah, serta hijrah masal sebagai kesatuan umat Islam. Hijrah dari sifat-sifat tercela (malas,kikir,tamak,sombong dsb)yang selama ini melekat dalam pribadi kita dan umat.Hijrah menuju bangkit dan terciptanya pribadi-pribadi tangguh serta umat yang kokoh dalam menghadapi tantangan zaman yang tidak menentu dan makin beragam.
Hijrah dengan bekal ilmu, iman dan amal yang nyata dalam membangun kembali kejayaan Islam yang kita cita-citakan,Allahu Akbar...!!!

Label:

Bekal Perjalanan Panjang...

2/04/2008 / Diposting oleh iffah syahidah / komentar (0)

Imam syahid Hasan AlBanna mangatakan,
" Ada tiga hal yang seandainya ada dalam jiwa kita maka kita akan dibawa melangkah ke jalan kemuliaan dan kemenagan sebagaimana telah terjadi pada generasi Rasulullah saw, yaitu Keimanan yang sempurna, cinta, pengorbanan".

Keimanan Yang Sempurna
Bagi setiap muslim, keimanan dalah fondasi sekaligus ruh kehidupan. ia adalah nilai yang senantiasa menuntut perhatian utama. Belajar dari jejak sejarah kelompok manusia mulia, keimanan dalah koridor kemurnian amal, daya taha sekaligus sumber motivasi.
Keimanan ini membresihkan mereka dari keinginan apapunselain dakwah. Mereka telah mendengarkan seruan, " maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah,"(QS 51:50) Lalu bagaimanakah dengan kita sekalian?

Saat ini, pengusungan panji dakwah berhadapan dengan godaan pamrih yang tidak keci. Godaan pamrih tersebut laksana badai menerjang fondasi-fondasi keimanan. Ini menjadi tanda dimulainya fase pembuktian keimanan. Kemampuan bertahan dari godaan-godaan popularitas membutuhkan kekuatan jiwa yang lahir dari pemahaman keimanan yang sehat.

Hari ini jargon-jargon perjuangan menuntut untuk mnjadi akhlak keseharian. Dapatkah kita bertahan terhadap semua ini dengan keimanan seadanya? Niscaya kita akan terseret arus dan bergabung dengan sampah-sampah kehidupan yang mengalir yang mengalir didalamnya.

Cinta
Kesatuan hati dan keterpautan jiwa telah ditetapakan menjadi salah satu kekuatan utama mengusung amanah mulia. Ketika ia merenggang, maka terburailah semua pilinan bekal perjuangan. Kualitas cinta selain sebagai wujud konkrit keimanan, juga menjadi ujian awal perjuangan.

Segudang fitnah dakwah menjebak kita melunturkan kekentalan cinta hanya menjadi simbolisasi formal yang kehilangan makna.
Generasi sahabat telah memberikan teladan akan fenomena cinta yang dipuji oleh Allah SWT "Dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan,"(QS.59:9)
Inilah warisan kemuliaan sebagai nikmat teladan sekaligus ujian yang menuntut pembuktian. Harus menjadi kesadaran besar dalam kehidupan hari ini adalah krisis cinta murni.

Keberadaan kita hanya akan menjadi salah satudari dua kemungkinan. memperparah kondisi tersebut atau mementaskan kehidupan baru berselimut cinta hakiki yang murni.

Pengorbanan
Pengorbanan adalah salah satu kata kunci perjuangan. Ia menjadi fakta yang dekat dalam kehidupan setiap profil mujahid.
Rasulullah saw mendidik para sahabat dengan conroh konkrit nilai-nilai pengorbanan. Bercerai dari keluarga, menggung beben kejiwaan yang tidak ringan, bahkan merelakan selembar nyawa yang didahului koyaknya jasad penopang.

Lalu bagaimanakah dengan kita hari ini. Saat baru saja kita lalui hari besar simbol pengorbanan. Apakah juga kita perbaharui komitmen perjuangan beserta konsekuensinya yang pasti kita jelang , ataukah agenda-agenda kita tetap kental dengan keterlenaan dan pengorbanan sebatas pengakuan. Akhirnya setiapa kita yang komitmen dengan ikrar perjuangan, tidak ada pilihan lain selain menghitung kembali semua bekal tersebut.

Sebanyak apa telah kita kumpulkan dalam diri kita. Apakah keterlibatan kita kita selama ini dalam barisan para pejuang adalah buah dari pemahaman, ataukah karena jebakan kondisi sesaat yang mengiring alur kehidupan kita.
Hari ini kita hidup alam dinamika yang berbeda. peran dan tuntutannya pun berbeda. Namun yang sama adalah kita berada diatas jalan yanga mulia. Kita tetap layak berada di sana selama bekalan berjuang ini ini menjadi agenda utama muhasabah kita.
Dengan kita berharap Allah membersihkan diri kita dati tendensi apapun selain Ma'rifatullah dan ukhuwah.

Wallahu a'lam bish showwab.
l

Label: